meta content='width=1100' name='viewport'/> Catatan Iseng Anak Kuliahan | Writes among absurdism: MY Q - Q for Queen and Q for ...

Friday, 27 November 2015

MY Q - Q for Queen and Q for ...

5 Oktober 2015, mungking tanggal ini bukan berarti apa – apa buat kalian. Tapi, buat gue tanggal ini adalah awal dari semua nya. Awal dari bagaimana gue bisa mengetahui seseorang yang selalu membuat pagi gue lebih cerah dari biasanya dan membuat gue semangat untuk pergi kerja praktek.

Jadi gini, gue bakal ceritain dari awal. Pertama dari Mata Kuliah yang wajib di ambil untuk persyaratan skripsi. Gue terpaksa ngambil Kerja Praktek. Seperti terpaksanya hati merelakan dia yang lepas ke hati orang lain. Cielaaaah. Cabal yah
Sugesti kemalasan udah keluar kalau dengerin Kerja Praktek. Soalnya denger dari temen – temen kerja praktek itu ngga asik, dan engga ke-asik-an itu akan gue alamin selama 3 Bulan. Akhirnya, bareng 2 temen Raka dan Ivan, sibuk ngurus persyaratan kerja praktek di kampus, sibuk buat nyari tempat kerja praktek, sibuk nyari tanda tangan dosen, sibuk nyari tempat pelarian masa lalu dan nyari jodoh. As usual, menurut gue hal paling susah didapatkan di kampus itu bukan bagaimana lo jadi populer di kampus biar di deketin sama ibu kantin atau pak satpam, tapi bagaimana lo bisa mendapat kan tanda tangan dosen dengan cepat.

Kelar ngurus ini – itu dan mendapatkan tanda  tangan dosen yang di dapet setelah nunggu 1000 tahun sebelum masehi. Kita memutuskan untuk kerja praktek di salah satu kantor pemerintahan.

Here it comes, 5 Oktober 2015 hari pertama gue menginjakan kaki di tempat kerja praktek. Kita bertiga dianter satu per satu ke ruangan yang berbeda – beda. Gue masuk ke ruangan, gue duduk, gue bengong, gue mati suri. Serius! Hari pertama gue super bosen, ngga melakukan apa – apa selain searching upil. Ngga ada yg menarik sama sekali.

1 Minggu berlalu,

Gue mulai sedikit terbiasa dengan kebosanan ini, mulai beradaptasi di habitat ini. Tapi tetep aja, Just like what i thought before. This is not my habit, at all. Bangun pagi, di suruh ini – itu tapi ngga dapet duit, gue berasa kembali ke jaman bokap gue karena se-ruangan kayaknya seumuran sama bokap gue semua. Kalau ngobrol jadi Awkward bgt, soalnya salah satu obrolan yang sering di omongin ama bokap ke gue adalah

‘Gemana kuliah nya? Udah di pikiran kan Skripsi nya nnti’
Atau
‘Tooooooooooooon! Ini kenapa kolor kamu ada di lemari bapak!’
Ngga mungkin.
Alhasil, gue ngga punya temen ngobrol di ruangan gue.

Well, selang beberapa hari lagi gue ngeliat dia berjalan melewati lobby dan memperhatikan nya dari belakang. Iya, dia yang bisa ngilangin kebosanan yang ada di pikiran gue di tempat ini. Hari – hari ngga akan sama dari sebelumnya kalau ada dia. Yang tadi nya gue males banget pergi ke kantor, entah kenapa jadi semangat. Yang tadinya gue berharap jam malam bisa di tambah agar lebih lama lagi mencapai esok pagi, entah kenapa pengen secepatnya melewati malam dengan tidur lebih awal dan bangun pagi.

Gue bingung, Mungkin kebanyakan pegawai suka lama kalau di suruh turun ke lapangan buat Apel Pagi dan Apel Sore. Tapi buat gue, hal yang paling gue tunggu dan yang paling bikin bahagia di kantor adalah di saat Apel Pagi dan Apel Sore di kantor. Kenapa?

Karena di saat Apel Pagi ataupun Sore semua pegawai keluar dari ruangan nya masing – masing, dan momen yang paling gue tunggu adalah di saat dia keluar dari ruangan nya berjalan menuju kelapangan. Dimana gue bisa melihat indah matanya dan merasakan hangat senyumannya. Menurut gue, dengan mengingat itu semua udah cukup untuk betah seharian di kantor dengan kegiatan yang sangat membosankan ini. Terkadang, gue juga berpikir kenapa sabtu di jadikan hari libur bagi kantor pemerintahan. Karena sabtu libur, gue jadi lebih lama menunggu hari Senin dimana gue bisa menikmati keindahan matanya ataupun senyum hangatnya lagi. I think im gonna love Monday because of some reason. And that reason is maybe her.

Karena perasaan ini mulai membuat penasaran, gue harus tau namanya. Gue perlu tau nama orang yang bisa membagi semangat nya, yang bisa mengganti warna hitam di pikiran gue jadi lebih berwarna.
Finally,
Gue tau nama wanita itu, gue tau siapa yang menjadikan gue seperti ini. Her name is ‘ Q ’. Q for Queen, which is My Queen. My Queen who could give me a lot of joy when i surendered by gloom.

Hari demi hari berlalu,

Gue masih suka nunggu dia ikut Apel Pagi ataupun Sore, gue masih betah melihat indah matanya, gue masih ingin merasakan hangat senyumnya. Sampai suatu saat gue sadar. Kerja Praktek hanya 3 bulan dan sebentar lagi dia bakal selesai kerja praktek disini. Sedangkan gue belum pernah sama sekali ngobrol sama dia. Bahkan sekedar mengobrol tentang indah nya pagi yang terkalahkan oleh indah tatapan matanya. I do really really really want to know more about her. I do want to know what is her favorite colour, What type of music's she listening often, or what makes her happy when she had sadness. 
At least, kalau memang belum bisa mencapai semua itu. Ijinkan gue untuk ngobrol sama dia, hanya untuk sekedar berterima kasih. Terima Kasih udah membuat gue lebih semangat pergi ke Kantor. 

You could change my thing, which is when my day full of blankness just with your beautiful eyes and your warm smile its comes more joy that can fill my blankness. I will never miss that moment. In other way, hopely i could bring more happiness into you. Make you comfortable with it.


No comments:

Post a Comment