5 Oktober 2015, mungking tanggal
ini bukan berarti apa – apa buat kalian. Tapi, buat gue tanggal ini adalah awal
dari semua nya. Awal dari bagaimana gue bisa mengetahui seseorang yang selalu membuat
pagi gue lebih cerah dari biasanya dan membuat gue semangat untuk pergi kerja
praktek.
Jadi gini, gue bakal ceritain
dari awal. Pertama dari Mata Kuliah yang wajib di ambil untuk persyaratan
skripsi. Gue terpaksa ngambil Kerja Praktek. Seperti terpaksanya hati merelakan
dia yang lepas ke hati orang lain. Cielaaaah. Cabal yah.
Sugesti kemalasan udah keluar kalau dengerin Kerja Praktek. Soalnya denger dari temen – temen
kerja praktek itu ngga asik, dan engga ke-asik-an itu akan gue alamin selama 3
Bulan. Akhirnya, bareng 2 temen Raka dan Ivan, sibuk ngurus persyaratan
kerja praktek di kampus, sibuk buat nyari tempat kerja praktek, sibuk nyari
tanda tangan dosen, sibuk nyari tempat pelarian masa lalu dan nyari jodoh. As
usual, menurut gue hal paling susah didapatkan di kampus itu bukan bagaimana lo
jadi populer di kampus biar di deketin
sama ibu kantin atau pak satpam, tapi bagaimana lo bisa mendapat kan tanda
tangan dosen dengan cepat.
Kelar ngurus ini – itu dan
mendapatkan tanda tangan dosen yang di
dapet setelah nunggu 1000 tahun sebelum masehi. Kita memutuskan untuk kerja
praktek di salah satu kantor pemerintahan.
Here it comes, 5 Oktober 2015
hari pertama gue menginjakan kaki di tempat kerja praktek. Kita bertiga dianter
satu per satu ke ruangan yang berbeda – beda. Gue masuk ke ruangan, gue duduk,
gue bengong, gue mati suri. Serius! Hari pertama gue super bosen, ngga
melakukan apa – apa selain searching upil. Ngga ada yg menarik sama sekali.
1 Minggu berlalu,
Gue mulai sedikit terbiasa dengan
kebosanan ini, mulai beradaptasi di habitat ini. Tapi tetep aja, Just like what
i thought before. This is not my habit, at all. Bangun pagi, di suruh ini – itu
tapi ngga dapet duit, gue berasa kembali ke jaman bokap gue karena se-ruangan kayaknya
seumuran sama bokap gue semua. Kalau ngobrol jadi Awkward bgt, soalnya salah
satu obrolan yang sering di omongin ama bokap ke gue adalah
‘Gemana kuliah nya? Udah di
pikiran kan Skripsi nya nnti’
Atau
‘Tooooooooooooon! Ini kenapa
kolor kamu ada di lemari bapak!’
Ngga mungkin.
Alhasil, gue ngga punya temen
ngobrol di ruangan gue.
Well, selang beberapa hari lagi
gue ngeliat dia berjalan melewati lobby dan memperhatikan nya dari belakang.
Iya, dia yang bisa ngilangin kebosanan yang ada di pikiran gue di tempat ini.
Hari – hari ngga akan sama dari sebelumnya kalau ada dia. Yang tadi nya gue
males banget pergi ke kantor, entah kenapa jadi semangat. Yang tadinya gue
berharap jam malam bisa di tambah agar lebih lama lagi mencapai esok pagi,
entah kenapa pengen secepatnya melewati malam dengan tidur lebih awal dan
bangun pagi.
Gue bingung, Mungkin kebanyakan
pegawai suka lama kalau di suruh turun ke lapangan buat Apel Pagi dan Apel
Sore. Tapi buat gue, hal yang paling gue tunggu dan yang paling bikin bahagia di kantor adalah di saat Apel Pagi dan Apel Sore di kantor. Kenapa?
Karena di saat Apel Pagi ataupun
Sore semua pegawai keluar dari ruangan nya masing – masing, dan momen yang
paling gue tunggu adalah di saat dia keluar dari ruangan nya berjalan menuju
kelapangan. Dimana gue bisa melihat indah matanya dan merasakan hangat
senyumannya. Menurut gue, dengan mengingat itu semua udah cukup untuk
betah seharian di kantor dengan kegiatan yang sangat membosankan ini.
Terkadang, gue juga berpikir kenapa sabtu di jadikan hari libur bagi kantor
pemerintahan. Karena sabtu libur, gue jadi lebih lama menunggu hari Senin
dimana gue bisa menikmati keindahan matanya ataupun senyum hangatnya lagi. I
think im gonna love Monday because of some reason. And that reason is maybe
her.
Karena perasaan ini mulai membuat
penasaran, gue harus tau namanya. Gue perlu tau nama orang yang bisa membagi
semangat nya, yang bisa mengganti warna hitam di pikiran gue jadi lebih
berwarna.
Finally,
Gue tau nama wanita itu, gue tau
siapa yang menjadikan gue seperti ini. Her name is ‘ Q ’. Q for
Queen, which is My Queen. My Queen who could give me a lot of joy when i
surendered by gloom.
Hari demi hari berlalu,
Gue masih suka nunggu dia ikut
Apel Pagi ataupun Sore, gue masih betah melihat indah matanya, gue masih ingin
merasakan hangat senyumnya. Sampai suatu saat gue sadar. Kerja Praktek hanya 3
bulan dan sebentar lagi dia bakal selesai kerja praktek disini. Sedangkan gue
belum pernah sama sekali ngobrol sama dia. Bahkan sekedar mengobrol tentang
indah nya pagi yang terkalahkan oleh indah tatapan matanya. I do really really
really want to know more about her. I do want to know what is her favorite
colour, What type of music's she listening often, or what makes her happy when she had sadness.
At least, kalau memang belum bisa mencapai semua itu. Ijinkan gue
untuk ngobrol sama dia, hanya untuk sekedar berterima kasih. Terima Kasih udah membuat gue lebih semangat pergi ke Kantor.
You could change my thing, which
is when my day full of blankness just with your beautiful eyes and your warm
smile its comes more joy that can fill my blankness. I will never miss that
moment. In other way, hopely i could bring more happiness into you. Make you
comfortable with it.
No comments:
Post a Comment