Jomblo juga manusia.
Jujur, gue tau apa itu cinta, gue bisa merasakan cinta .. cinta yg bakal gue bahas dan cinta yang gue maksud disini bukan cinta seperti halnya, cinta dengan keluarga atau teman, tapi cinta mengenai pasangan hidup kita kelak ..
Kejomblooan gue emang udah lama, "Jomblo" it's sounds like a joke, but there is a reason behind "Jomblo" .. Setiap orang pasti punya alasan kenapa dia jomblo.
Dan alasan gue knapa gue menjomblo lama, selain memang ngga laku dan memang belum dapet yang klop. Alasan lainnya adalah gue belajar cinta dari kejomblooan gue. Ya, aneh emang .. ngga pernah pacaran tapi udah blagu banget ngomongin cinta. Kalau emng itu dipikiran kalian, salah.
Gue melihat dan mendengar cinta ..
Jomblo seperti gue ini bertipe Scientist .
Ber-experimen.
Karena pengalaman pacaran gue cetek banget, jadi gue belajar pengalaman cinta dari temen - temen gue. Sebenernya, temen gue sering curhat banyak tentang percintaan nya, Dari permasalahan cinta kelas upil yang modus pacaran nya dengan panggilan adek dan kakak .. sampe permasalahan cinta yang serius kayak perbedaan agama.
Gue belajar dari mereka, gue mencoba manjadi diposisi mereka, gue berkhayal jadi mereka, dan gue merasakan cinta yang mereka rasakan.
Lama belajar dan ber-experimen, gue nyatakan cinta itu kayak siklus hujan. Kalian masih inget siklus hujan? Kalo kalian pernah SMP pasti inget. Dimana hujan datang karena uap air dari air laut yang di panaskan oleh matahari sehingga naik ke udara membentuk awan dan terjadilah hujan.
Jadi gini ...
- Pada proses terjadinya cinta merupakan siklus yang terjadi pada seseorang. Siklus ini terjadi berputar sepanjang waktu yang menyeimbangkan perasaan hati, sehingga hal ini bisa mempengaruhi kehidupan seseorang.
- Seluruh wilayah pada perasaan cinta seperti senang, sedih, curiga, ragu dan sebagainya akan menguap.
- Uap cinta seseorang ini kemudian naik terus ke atas kemudian menyatu dengan perasaan cinta dengan lawan jenis.
- Suhu cinta yang semakin tinggi akan membuat uap cinta itu melakukan kondensasi atau menjadi embun cinta, yang menghasilkan titik-titik cinta yang berbentuk kecil.
- Suhu cinta yang semakin tinggi membuat butiran uap cinta seseorang yang menjadi embun cinta tersebut semakin banyak jumlahnya, yang kemudian berkumpul membentuk satu kesatuan perasaan terhadap seseorang yg di cintai yg berbentuk awan cinta.
- Awan cinta kemudian terus berwarna sesuai perasaan yg dimiki seseorang tersebut, Lalu butiran cinta akan terkumpul sampai dalam jumlah yang banyak.
- Dan ketika cinta sudah terkumpul dan semakin berat, membuat butiran-butiran cinta tersebut akan jatuh ke seseorang yang kalian suka dan itu dinamakan cinta.
Gue memang jomblo, tapi gue ngerti cinta. Gue memang ngga berpengalaman dalam cinta, tapi gue tau apa itu cinta.
Di saat gue merasa belum dapet cinta... gue inget siklus hujan! Cinta datang dengan deras dan seketika reda, lalu datang lagi dengan tanda.
Gue yakin suatu saat pasti akan ada cinta yang dateng.. entah itu kapan?
Disaat gue menemukan pasangan hidup gue, dan percintaan gue dengan pasangan gue ngga stabil. Gue pasti juga bakal keinget siklus hujan, yang dateng nya musiman..
Karena Cinta itu memang kayak hujan .. Ada siklus nya, Bisa di prediksi tapi kadang ngga akurat. Kita ngga bakal tau kapan dateng nya hujan, Hujan hanya akan memberikan tanda jika dia akan turun dari langit atau biasa nya hujan itu dateng nya musiman ..
Tapi yang harus di inget. Hujan ngga bakalan habis. Ada siklusnya. Setiap waktu, tiap menit, jam, bulan, tahun.
Ada proses terbentuknya hujan.
Pasti ada aja hujan, Ya.. pasti ada cinta.
(Gue lagi ngomongin cinta hujan yang di atas..)
No comments:
Post a Comment