Ini kelanjutan cerita dari Loseryanton sebelumnya.
Si Ronal juga pernah ngebantuin gue buat nyoba ngomong ke
cewe. Iya ronal orang nya emang berani punya nyali ngga kyak gue liat kupu –
kupu aja pingsan. Ronal pernah ngebantu gue buat ngedeketin semua cewek yg gue
taksir ..
Kayak waktu itu Rencana nya Ronal nyuruh gue pura-pura jadi superhero yg nolongin si cewe, si cewe ketolong, trus si cewe jatuh cinta sama yang nolongin dia, trus mereka jadian, nikah, punya anak dan hidup bahagia kayak di sinetron-sinetron gitu.
Oke, karena gue sering nnton sinetron Bidadari waktu SD, jadi gue percaya itu bakal berhasil.
Di mulai si Ronal pura – pura minjem pensil si Dian anak kelas sebelah, trus Ronal sengaja ngilangin pensilnya dan gue tiba-tiba dateng dengan wajah berbinar cerah membawa sepotong pensil milik Dian dan dengan suara berat macho gue berkata “ Dian, anak kita sudah lahir” eh bukan bukan tapi berkata “Dian, ini pensil kamu bukan?” dan seketika Dian jatuh cinta ama gue, kita jadian, sekolah bareng, kerjain PR bareng, ke kanting bareng.
Kayak waktu itu Rencana nya Ronal nyuruh gue pura-pura jadi superhero yg nolongin si cewe, si cewe ketolong, trus si cewe jatuh cinta sama yang nolongin dia, trus mereka jadian, nikah, punya anak dan hidup bahagia kayak di sinetron-sinetron gitu.
Oke, karena gue sering nnton sinetron Bidadari waktu SD, jadi gue percaya itu bakal berhasil.
Di mulai si Ronal pura – pura minjem pensil si Dian anak kelas sebelah, trus Ronal sengaja ngilangin pensilnya dan gue tiba-tiba dateng dengan wajah berbinar cerah membawa sepotong pensil milik Dian dan dengan suara berat macho gue berkata “ Dian, anak kita sudah lahir” eh bukan bukan tapi berkata “Dian, ini pensil kamu bukan?” dan seketika Dian jatuh cinta ama gue, kita jadian, sekolah bareng, kerjain PR bareng, ke kanting bareng.
“Ron, pensil aku mana” Kata Dian.
“Owh pensil kamu.. iya bentar-bentar” sambil liat – liat ke kolong bangku dan pasang muka mupeng
“Tadi aku taruh sini ilang kali”
“Pensil aku manaaa !” Kata Dian dengan nada tegas
Lalu gue dateng menengahi mereka dengan nada yakin dan badan tegap kayak supermen keselek tiang listrik gue bilang:
“Dian ini pensil kamu buk.... ” sambil merogoh isi kantong.. mampus pensilnya beneran hilang.
Dan tiba-tiba Adi anak yg duduk selat 2 bangku di samping gue dateng .
“Ini Pensil kamu kan Dian”
Dan tiba-tiba Adi anak yg duduk selat 2 bangku di samping gue dateng .
“Ini Pensil kamu kan Dian”
Gubrak !!! AstagaNagaYangSangatBesarSekaliYangCastingBuatFilmNagaAlayDiIndociar
!! Khayalan gue, Keyakinan gue terhadap sinetron Bidadari sebagai seorang
pahlawan seketika rubuh gara – gara hal konyol yg gue lakuin.
-------------------------------------------------------------
Thanks for anything you do, still waiting for jodoh yang turun dari tangga.
-------------------------------------------------------------
Thanks for anything you do, still waiting for jodoh yang turun dari tangga.
No comments:
Post a Comment